Sabtu, 31 Maret 2018

Pedoman Membuat Instrumen Penilaian

Langkah-langkah Pembuatan Kisi-Kisi Penilaian

Ada enam langkah yang harus dilewati ketika kita akan menyusun instrumen evaluasi. Keenam langkah tersebut adalah:
1.      Menentukan tujuan dalam mengadakan evaluasi.
Tujuan di sini berorientasi pada materi. Dan materi ini bergantung pada luasnya evaluasi yang dikehendaki. Seperti misalnya: “ingin mengetahui seberapa jauh siswa telah mamahami sejarah pendidikan pada masa klasik”. Dengan demikian tujuan ini mengarah kepada Standar Kompetensi (BAB) atau kurikuler
2.   Membatasi materi yang akan diteskan. Hal ini dilakukan agar dalam instrumen tes tidak terdapat materi-materi di luar tujuan tes. Pembatasan ini mengarah pada Kompetensi Dasar dari bab tertentu.
3. Merumuskan Kompetensi Dasar. Sesuai dengan Kompetensi Dasar dari setiap pembahasan (dari tiap-tiap bahan). Seperti: 1) Siswa mampu menyebutkan kurikulum pendidikan yang berlaku pada masa Rasulullah. 2) Siswa mampu mendeskripsikan metode pendidikan pada masa Rasulullah. 3) Siswa mampu mendeskripsikan sistem administrasi pendidikan pada masa Rasulullah. 4) Siswa mampu menyebutkan lembaga pendidikan pada masa Rasulullah, dan lain-lain.
4.      Menderetkan semua indikator dalam tabel persiapan yang juga memuat aspek tingkah laku yang terkandung dalam indikator. Tabel ini digunakan untuk mengidentifikasi tingkah laku yang dikehendaki, agar tidak terlewati.
Contoh tabel indikator dan aspek tingkah laku yang dicakup:
Indicator
Aspek berpikir
Ingatan
Pemahaman
Aplikasi
Ket
1.    Siswa mampu menyebutkan kurikulum pendidikan pada masa Rasulullah.
2. Siswa mampu mendes-kripsikan metode pendidi kan pada masa Rasulullah.
3. Siswa mampu mendes-kripsikan sistem adminis trasi pendidikan pada masa Rasulullah.
4.   Siswa mampu menyebutkan lembaga pendidikan pada masa Rasulullah
5.      Menyusun tabel spesifikasi yang memuat pokok materi, aspek berpikir yang diukur beserta imbangan antara keduanya. Tabel ini disebut juga kisi-kisi,  blue print, lay-out.
6.    Menuliskan butir-butir soal, didasarkan atas TIK yang telah dituliskan pada tabel TIK dan aspek tingkah laku yang dicakup.
Langkah-langkah dalam membuat kisi-kisi Instrumen Evaluasi
1.  Mendaftar pokok-pokok materi yang akan diteskan, kemudian memberikan imbangan bobot untuk masing-masing pokok materi. Contoh:
a)      sejarah pendidikan pada masa Rasulullah                      (2)
b)      sejarah pendidikan pada masa Khulafaur Rasyidin       (3)
c)      sejarah pendidikan pada masa Bani Umaiyah               (3)
d)     sejarah pendidikan pada masa Bani Abbasiyah            (7)
Penentuan imbangan bobot ini didasarkan pada perkiraan, dan bergantung pada luasnya materi serta pentingnya untuk diteskan.
2.    Memindahkan pokok-pokok materi ke dalam tabel dan mengubah indeks (bobot) menjadi persentase. Sekaligus ditentukan jenjang pengetahuan yang diliputi dalam tes.
Jenis materi
Proporsi
Jenjang pengetahuan
Total
Ing
Pem
Aplks
Sej. pendidikan  pada masa Rasul
Sej. pendidikan pada masa KR
Sej. pendidikan pada masa BU
Sej. pendidikan pada masa BA
13%
20%
20%
47%
Total
100%
3.   Menentukan jumlah soal (berdasarkan alokasi waktu yang tersedia dan bentuk soal yang akan diberikan. Sebagai perkiraan, untuk mengerjakan 1 soal obyektif dibutuhkan waktu 2 menit, dan 5 menit untuk soal essey) dan merinci banyaknya butir soal untuk tiap-tiap pokok materi.
Jenis materi
Proporsi
Jenjang pengetahuan
Total
Ing
Pem
Aplks
Sej. pendidikan  pada masa Rasul
Sej. pendidikan pada masa KR
Sej. pendidikan pada masa BU
Sej. pendidikan pada masa BA
13%
20%
20%
47%
5
8
8
19
Total
100%
40
Sampai pada langkah ini, cara yang ditempuh bagi setiap mapel sama.
Langkah berikutnya bergantung pada homogenitas atau heterogenitas materi.
4.      Jika materi homogen (sama), misalnya dalam sub bab 1-4 untuk jenjang ingatan adalah sama-sama 50%, pemahaman 30% dan aplikasi 20%, maka angka persentase bisa langsung ditulis di bawah kata “Ing, Pem, Aplks”. Selanjutnya ditentukan jumlah butir soal bagi sub bab dalam masing-masing jenjang. Caranya: persen (jenjang) dikalikan total soal (di sebelah kanannya).
Jenis materi
Proporsi
Jenjang Pengetahuan
Total
Ing (50%)
Pem (30%)
Aplks (20%)
Sej. pendidikan  pada masa Rasul
Sej. pendidikan pada masa KR
Sej. pendidikan pada masa BU
Sej. pendidikan pada masa BA
13%
20%
20%
47%
3
4
4
9
1
2
2
6
1
2
2
4
5
8
8
19
Total
100%
20
11
9
40
Tidak selamanya penjumlahan ini mendapatkan hasil yang tepat, sehingga dianjurkan untuk membulatkan dan mereka-reka sehingga jumlah ke samping dan ke bawah diperoleh total benar
5.      Jika materi heterogen, maka tidak perlu mencantumkan persentase bagi tiap-tiap jenjang (tingkah laku). Penentuan persentase dilakukan dengan mendasarkan pada banyaknya soal dan sifat bagi tiap-tiap pokok materi.
Jenis materi
Proporsi
Jenjang Pengetahuan
Total
Ing
Pem
Aplks
Sej. pendidikan  pada masa Rasul
Sej. pendidikan pada masa KR
Sej. pendidikan pada masa BU
Sej. pendidikan pada masa BA
13%
20%
20%
47%
5
8
8
19
Total
100%
40
Misalnya:
Untuk sub bab I: ingatan 50%, pemahaman 30% dan aplikasi 20%.
50
x  5 soal = 2,5 (3) soal
  100 
30
x  5 soal = 1,5 (1) soal
  100 
20
x  5 soal = 1 soal
  100 
Untuk sub bab II: ingatan 40%, pemahaman 40% dan aplikasi 20%.
40
x  8 soal = 3,2 (3) soal
  100 
40
x  8 soal = 3,2 (3) soal
  100 
20
x  8 soal = 1,6 (2) soal
  100 
Untuk sub bab III: ingatan 40%, pemahaman 40% dan aplikasi 20%.
40
     x  8 soal = 3,2 (3) soal
  100 
40
     x  8 soal = 3,2 (3) soal
  100 
20
     x  8 soal = 1,6 (2) soal
  100 
Untuk sub bab IV: ingatan 40%, pemahaman 30% dan aplikasi 30%.
40
     x  19 soal = 7,6 (8) soal
  100 
30
         x  19 soal = 5,7 (6) soal
  100 
30
         x  19 soal = 5,7 (5) soal
   100 
Jenis materi
Proporsi
Jenjang Pengetahuan
Total
Ing
Pem
Aplks
Sej. pendidikan  pada masa Rasul
Sej. pendidikan pada masa KR
Sej. pendidikan pada masa BU
Sej. pendidikan pada masa BA
13%
20%
20%
47%
3
3
3
8
1
3
3
6
1
2
2
5
5
8
8
19
Total
100%
17
13
10
40
Menentukan bentuk soal
Ada dua hal yang dapat dijadikan pertimbangan dalam menentukan bentuk soal:
  1. alokasi waktu
  2. sifat materi yang dites
Berkaitan dengan waktu, bentuk soal B-S membutuhkan waktu lebih singkat daripada Multiple Choise (MC). Soal MC membutuhkan waktu lebih singkat daripada maching. Dan untuk uraian waktu yang dibutuhkan jauh lebih banyak dari bentuk obyektif. Sifat materi juga menentukan bentuk soal.
Untuk menentukan bentuk soal ditinjau dari segi aspek berpikir adalah sbb:
1.   Mendaftar fakta-fakta, istilah, definisi yang terdapat dalam seluruh materi yang diajarkan. Kita mengetahui bahwa fakta dan lain-lain ini berhubungan dengan aspek ingatan.
2.  Mendaftar setiap konsep (pengertian) yang tercakup dalam seluruh materi. Konsep ini diukur penguasaannya berdasarkan aspek pemahaman siswa.
3.  Mencari hubungan antara dua atau beberapa konsep yang ada. Hubungan konsep ini berhubungan dengan aspek pemahaman sekaligus aplikasi.
4. Mempertentangkan konsep-konsep, mengeneralisasikan dan menghubungkan konsep dengan masalah kehidupan sehari-hari. Ini berhubungan dengan aspek aplikasi. 
5.  Memilih hubungan antara beberapa konsep dalam penerapan ke dalam permasalahan yang lebih luas. Kasus permasalahan yang luas dapat diangkat sebagai pokok untuk menyusun soal bentuk analisi, sintesis, dan evaluasi.
Untuk menentukan bentuk soal ditinjau dari segi konstruk soal, yaitu bentuk obyektif dan uraian, dapat dilakukan sbb:
1.  Memilih fakta-fakta tunggal seperti: tahun, nama, atau istilah. Hal-hal seperti merupakan bagian paling tepat untuk dijadikan butir soal bentuk B-S ataupun isian singkat.
2.   Hubungan konsep-konsep yang berupa klasifikasi dan dirensiasi ditentukan untuk membuat soal bentuk pilihan ganda. Definisi atau hubungan sebab akibat, merupakan bahan yang dapat diuji dengan bentuk B-S, MC maupun hubungan antarhal (hubungan sebab-akibat)
3.  Memilih konsep-konsep yang agak komplek sifatnya, untuk dijadikan soal bentuk uraian.
Menyusun Instrumen Evaluasi
1.      Soal pengetahuan / ingatan
Tingkat kemampuan yang hanya meminta testee untuk mengenal atau mengetahui adanya konsep, fakta atau istilah-istilah, tanpa harus mengerti, dapat menilai atau dapat menggunakan. Testee hanya dituntut untuk menyebutkan kembali. Kata kerja operasionalnya: menyebutkan, menunjukkan, mengenal, mengingat kembali, menerjemahkan dan lain-lain. Jenjang ini mutlak untuk siswa SD kelas I – IV. Kelas yang lebih tinggi hendaknya menggunakan jenjang yang lebih tingi pula dengan disesuaikan pada kemampuan anak. Bentuk tes yang sesuai dengan jenjang ini adalah completion, fill in (isian), true-false
2.      Pemahaman.
Tingkat kemampuan yang mengharapkan testee mampu memahami arti atau konsep dan lain-lain. Testee tidak hanya sekedar hafal secara verbalistis. Kata kerja operasionalnya: membandingkan, membedakan, memberikan contoh, menginterpretasikan, memperkirakan, mengambil kesimpulan. 
3.      Aplikasi.
Tingkat kemampuan yang menuntut testee mampu menerapkan atau menggunakan pengetahuannya dalam situasi yang baru. Kata kerja opersionalnya: menggunakan, menerapkan, menyusun, menghubungkan, memilih, mengklasifikasikan, mengubah struktur. Jenjang aplikasi lebih tepat untuk bentuk soal essay
4.      Analisis.
Tingkat kemampuan yang menuntut testee mampu menganalisis atau menguraikan suatu integritas ke dalam komponen-komponen atau unsur-unsur pembentuknya. Seperti kemampuan untuk memahami dan menguraikan bagaimana proses terjadinya sesuatu, cara bekerjanya sesuatu. Kata kerja operasionalnya: membedakan, menemukan, mengklasifikasikan, membanding kan dan lain-lain.
5.      Sintesis
Tingkat kemampuan yang menuntut testee dapat menemukan hubungan kausal atau urutan tertentu. Berpikir sintesis merupakan salah satu terminal untuk menjadikan orang lebih kreatif. Kata kerja operasionalnya: menghubungkan, menghasilkan, mengembangkan, menggabungkan, mengklasifikasikan, menyimpulkan.
6.      Evaluasi
Tingkat kemampuan yang menuntut testee dapat memberikan penilaian tentang suatu pernyataan, konsep, situasi dan lain-lain. Kata kerja operasionalnya: menafsirkan, menilai, membandingkan, memutuskan, menentukan dan lain-lain.

Minggu, 09 April 2017

Langkah Registrasi Akun Verval Individu GTK 2017



Registrasi Akun Verval Individu GTK bisa juga dilakukan secara mandiri.

Untuk mempermudah pengerjaan ini terlebih dahulu siapin data individu anda, KTP Hasil Scan JPG atau juga bisa Foto menggunakan HP canggih Android anda, Email yang Aktif dan usahakan data singkron dengan Aplikasi dapodik.


Cara pengerjaannya sebagai Berikut

1. Login IndividuGTK disini
v  Mendaftar Akun


2. Isi Form Sesuai Yang Ada Di Aplikasi DAPODIK
v 
Nama Lengkap (Tampa Gelar)
Email (Harus Aktif)
Password & Confirm Password
Tempat Lahir
Tanggal Lahir, Tahun, Bulan, Tanggal (1969-09-04)
NUPTK
Nama Ibu Kandung


 3. Upload File Pendukung (Scan KTP) Formatnya JPG Ukuran Resize Nya Usahakan Kecil

         Pilih Upload
v  Upluad File KTP



v  Tunggu Proses sampai 100%


v  Selesai Tekan Tutup


4. Lakukan Mendaftar
Pendaftaran Selesai


v  Cek email



v  Selesai

Terimakasih Sahabat... Telah berkenan berkunjung dan membaca salah satu artikel dari situs di http://websitenasty.blogspot.com, jika ingin Copy Paste (COPAS) Jagan Lupa Tampilkan Sumber ini :
http://websitenasty.blogspot.com/2017/03/cara-mudah-registrasi-akun-verval.html#ixzz4dQhA3mj4

Jumat, 25 November 2016

Momen Hari Guru Ajang Saling Menghargai Antar Warga Sekolah

Selengen — Usai upacara bendera dalam memperingati Hari Guru, Jumat (25/11), siswa SD Negeri 3 Selengen  mempersembahkan sebuah puisi untuk semua. Selain itu siswa juga menyerahkan hasil kreasi serta berbagai bingkisan berupa kado.

“Puisi itu berisi ucapan terima kasih kepada guru-guru yang telah mengajar, membimbing dan mendidik para siswa dengan penuh ikhlas. Isi puisi juga memaparkan permohonan maaf kepada guru karena belum bisa berbakti sepenuhnya dan selalu menguji kesabaran para guru,” ungkap Kepala SDN 3 Selengen tengah memberikan sambutan.

Menurut Murdin, "Momen Hari Guru dapat dijadikan ajang untuk saling menghargai antara siswa dengan Guru dan sebaliknya. Hal ini terbukti dengan adanya penyerahan penghargaan kepada siswa yang berprestasi. Penghargaan kepada siswa berupa penyerahan bingkisan diharapkan dapat memotivasi semangat belajar siswa. Bentuk apresiasi tersebut diantaranya penghargaan kepada siswa yang mendapat predikat Siswa Paling Rajin, di kelasnya masing masing.”

Dalam arahannya pada acara HGN tersebut Kepala SDN 3 Selengen akan berbuat lebih baik di tahun yang akan datang. “Mudah mudahan kegiatan semacam ini akan kita semarakkan di tahun mendatang. Disamping penghargaan kepada siswa diharapkan juga akan kita diberikan penghargaan bagi Bapak Ibu Guru yang telah berjasa membimbing siswa,” harapnya.

Para siswa di akhir persembahannya memberikan bingkisan yang telah dipersiapkan sebelumnya. Hal ini dilakukan sebagai rasa terima kasih dan permintaan maaf para siswa. “Maafkanlah kami yang selalu membuat ulah dan kami sadar belum bisa berbakti sepenuhnya. Mungkin kami tak pernah bisa membalasnya, membalas segalanya yang telah engkau curahkan dan korbankan,” ungkap Yuyun Hevita, wakil siswa kelas 6 yang ditetapkan meraih penghargaan sebagai siswa paling rajin tahun ini. (GP)



Kamis, 18 Agustus 2016

SD Negeri 3 Selengen Semarakkan Pawai Karnaval HUT RI ke 71 Kecamatan Kayangan

Kontingen SDN 3 Selengen ambil bagian dalam menyemarakkan HUT RI ke 71 pada Pawai Karnaval yang di Gelar Panitia HUT RI Kecamatan Kayangan pada Tanggal 18 Agustus 2016. Pawai Karnaval tahun ini diikuti Kontingen dari berbagai elemen masyarakat. Antusias Masyarakat mengikuti pawai tahun ini lebih meriah dibanding tahun sebelumnya. Ribun pengunjung memadati sepanjang jalan yang menjadi rute perjalanan pelaksanaan karnaval yang dimulai dari Lapangan Umum Kec.Kayang dan berakhir di Pasar Lokok Rangan di Dusun Lengkukun. Kemeriahan pawai ini ditandai dengan membludaknya pengunjung sepanjang ruas jalan akibat penonton dan banyaknya peserta pawai yang memadati badan jalan sehingga arus lalu lintas macet total namun berangsur angsur dapat dikendalikan. ehepantura.